Penelitian Khasiat Susu Kambing Sebagai Anti Bakteri dan Kanker

Susu kambing mengandung bioaktif peptide yang mirip dengan bioaktif dari asir susu ibu (ASI). Casein dan whey protein merupakan sumner protein utama di dalam susu dan mengandung bioaktif peptide susu. Sebenarnya bioaktif peptide dalam bentuk inaktif, dan dapat diaktifkan dengan melalui proses hydrolysis enzymatic, pengolahan makanan dan proses proteolisis melalui inokulasi dengan starter yang berasal dari mikroorgasime ataupun tanaman.

Bioaktif peptide tersebut dapat meningkatkan kesehatan dalam usus manusia maupun hewan, terutama dalam immuno respon. Bioaktive peptide susu dalam bentuk Fibronectin, Gamma interferon, lactoferin dan lysozyme berfungsi antibacterial, memperbaiki sel yang rusak serta meningkatkan proses apoptosis.

Level dan aktivitas bioaktif peptide susu sangat dipengaruhi oleh system mananjemen kambing perah (Jenis Ettawa), termasuk program pakan dan manajemen pakan serta lingkungan. Jelas bahwa komposisi protein sekaligus bioaktif peptide susu kambing terpengaruh oleh jenis, proses pengolahan dan jumlah pakan yang diberikan.

Untuk menghasilkan susu kambing yang tinggi kandungan protein serta bioaktif peptidanya, diperlukan formulasi pakan yang tepat dalam pemilihan bahan baku serta proses pengolahannya. Pakan komplit yang merupakan komposisi pakan yang sudah lengkap mengandung hijauan, konsentrat, dan bisa ditambahkan probiotik dan enzyme, dengan melalui proses fermentasi.

Pakan komplit yang merupakan sinergi probiotik dan enzyme fibrolitik memungkinkan dalam peningkatan nilai nutrisi dan nilai kecernaan pakan, sehingga bila dikonsumsi oleh kambing Ettawa dalam jumlai yang memenuhi kebutuhan untuk hidup pokok dan produksi susu, maka kualitas dan produksi susunya akan meningkat pula, demikian juga kandungan peptide susu.

Penelitian ini akan menguji potensi sinergi probiotik dan enzyme fibrolitik dalam proses pembuatan pakan komplit dalam menghasilkan isolate kandidat peptide susu yang berkhasiat sebagai anti bakteri dan anti kanker pada model tikus putih Rattus norvegicus.

Pembuktian sebagai anti bacterial melalui analisis colon terhadap uji bakteri Escheria coli (E-coli) dan Staphylococcus. Sedangkan uji anti kanker dapat dibuktikan melalui gambaran sel darah dan respon apoptosis pada jaringan paru Rattus norvegicuss yang menderita kanker paru buatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis kharakteristik protein susu berdasarkan analiisis protein dengan metode SD_SPAGE, terlihat bahwa berat molekul protein susu F2 dan F3 mempunyai fragment protein yang berbeda dengan berat molekul susu dari kelompok F1, dan F4. Berat molekul protein susu F2 dan F3 sebesar 42 kDa

Sehingga dengan adanya perbedaan berat molekul protein susu diantara perlakuan, menunjukkan bahwa kelompok kambingg Ettawa yang memproduksi susu dengan berat molekul 42 kDa pada F2 dan F3 dapat diajukan sebagai kandidat protein susu yang dapat menghasilkan peptida susu yang berkhasiat anti bakteri dan anti kanker.

Sumber : http://wahidakalsel.blogspot.com/2012/04/penelitian-tentang-susu-kambing.html